Pelemahan Rupiah Ada Positifnya Karena Mampu Dongkrak Penerimaan Pajak

Pelemahan Rupiah Ada Positifnya Karena Mampu Dongkrak Penerimaan Pajak

Smconsult – Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Robert Pakpahan mengakui bila gejolak dari nilai tukar rupiah jadi isu hangat sekarang ini. Akan tetapi pelemahan dari mata uang Garuda pada dolar Amerika Serikat dinyatakan mempunyai nilai yang positif terutama bagi penerimaan kas negara.

“Jika dari penerimaan jangka pendeknya terutama dari segi penerimaan pajak sangat kuat, kita bisa melihat dari angka penerimaan pajak pertambahan nilai impor serta pajak penghasilan Pasal 22 impor yang sangat kuat mulai dari Januara hingga bulan Agustus 2018”ungkapnya.

Akan tetapi, keuntungan itu menurut beliau hanya akan berlaku untuk jangka pendek di indicator penerimaan sektor pajak saja. Jika jangka panjangnya, impor mengalami penurunan. Dan bila kita melihat dari segi ekspor harganya menjadi jauh lebih murah ketika dijual di luar negeri sehingga lebih laku ekspornya, sehingga memang lebih baik dan positif bila melihat secara komprehensif atau ekuilibrium saja.

Dari sejumlah data Direktorat Jenderal Pajak memperlihatkan per 31 Agustus 2018 umumnya, seluruh jenis pajak utama telah mengalami pertumbuhan yang pesat dan telah menyumbang penerimaan yakni pajak pertambahan nilai impor mencapai 27.44% yang sudah setara dengan Rp. 118,36 triliun. Sementara itu untuk pajak penghasilan 22 impor telah bertumbuh 25.63% setara Rp. 36,39 triliun.

Ada pun nilai tukar dari rupiah pada dolar Amerika Serikat terus mengalami penuruan dalam sektor perdangan. Bahkan, nilainya nyaris menyentuh level Rp. 15.000 per 1 dollar USD.

Otoritas Jasa Keuangan serta BI mengaku jika mereka kompak dalam menjaga kestabilan nilai tukar dari mata uang Indonesia ke mata uang Amerika Serikat. Menurut beliau, kondisi rupiah yang melemah ini tidak perlu dinilai secara berlebihan bahkan sampai ada asumsi mendekati krisis.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan yakni Wimboh Santoso mengungkapkan jika sekarang ini nilai rupiah belum mengganggu kenyamanan dan stabilitas dari industrik keuangan Republik Indonesia.

Wimboh mempercaya jika BI akan terus melakukan operasi pasar kalau bisa selama keperluan dolar untuk pembayaran impor juga untuk pembayaran bunga atau pembayarna utang, ada pun kebutuhan lainnya yang memiliki underlying.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *