Orang Masih Enggan Membeli Dinar

Sementara itu, melihat fenomena keengganan orang melakukan pembelian dinar, ternyata tidak sebanding dengan melambungnya harga emas. Bahkan dari pada memilih dinar, orang lebih memilih emas batangan karena beralasan terdapat dinar tidak murni yang menyebabkan jatuhnya harga jual, transaksinya hanya bisa dilakukan terbatas di tempat-tempat tertentu saja, adanya ongkos cetak dan penanganan pengurusan ini itu. kurs dollar

Ini tentu menjadi masalah yang tak bisa diingkari karena memang fakta kondisi dinar memang demikian adanya. Berangkat dari sana, maka selayaknya dinar harus ‘direvolusi’ habis-habisan. Dinar harus mudah dan terbuka dilakukan transaksi, baik penukaran atau juga pemidahtanganan. Keberadaan dinar harus mudah diakses olah siapa pun jika memang ingin menggunakan dinar.

Selain itu juga, sudah saatnya dinar tidak lagi membingungkan masyarakat karena memang faktanya, banyak sekali ukuran dan desain serta kemurnian dinar yang beredar di sekitar kita saat ini. Harus ada aturan yang jelas sehingga dinar tidak lagi dilegalkan oleh banyaknya penerbit sebagaimana yang berlaku saat ini. Pada kondisi yang ‘aneh’ adalah saat dinar kemudian didengungkan sangat keras, maka yang terjadi adalah yang laris manisnya justru perbankan syariahnya.

Nah, demikianlah sedikit ulasana yang mengenai sejarah dan perjalanan dinar sebagai mata uang dan kendala-kendala yang terjadi di Indonesia dalam penggunaan dinar. Semoga dari artikel singkat ini bisa memberikan tambahan wawasan Anda perihal mata uang dinar. Salam. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *