Menghadapi Dunia Kerja Di Masa Mendatang

Menghadapi Dunia Kerja Di Masa Mendatang

Dunia kerja telah berubah. Gaya pekerja ketika ini tidak dapat disamakan dengan gaya pekerja sepuluh tahun yang lalu. Metode pengamalan kerja yang telah bertolak belakang secara tidak langsung membuahkan hasil yang bertolak belakang pula.

Teknologi mejadi salah satu hal membawa tidak sedikit perubahan yang lumayan signifikan. Perubahan ini pun mengubah teknik pandang semua pekerja dalam menyikapi dunia kerja. Lantas, laksana apa sebenarnya lingkungan kerja di masa mendatang?

Chief Advertising and marketing Officer/Head of Group Advertising and marketing ISS World Providers Peter Ankerstjerne, yang pun Anggota Dewan Penasihat Asosiasi Worldwide Facility Administration memaparkan, lingkungan kerja akan sarat dengan ketidakpastian (risky), kompleks, dan ambigu. Di itu dirangsang oleh peradaban teknologi. Ia mengungkapkan teknologi baru, analisis information, dan media sosial dominan sangat besar terhadap teknik orang berkomunikasi, berkolaborasi, dan bekerja.

“Saat ini, lingkungan kerja mengandung orang-orang dari generasi yang berbeda. Tenaga kerja yang terdapat akan semakin pelbagai dan jam kerja bakal semakin panjang. Jenjang karir tradisional bakal segera menjadi masa lalu. Di samping itu, jenis pekerjaan pun akan semakin pelbagai dan mempunyai sifat cellular, diiringi dengan meningkatnya keperluan terhadap tenaga kerja spesialis,” katanya di hadapan selama 100 orang eksekutif senior dalam acara ISS Enterprise Discussion board: The Office of The Future yang dilangsungkan pada Januari 2018 lalu. Sumber: https://www.sekolahan.co.id/

Kemajuan inovasi teknologi yang begitu pesat dan pengaruh gaya hidup generasi millenial yang semakin highly effective telah mengolah lanskap bisnis dunia, dan dominan nyata terhadap pelbagai industri maupun teknik serta lokasi bekerja yang tak lagi sekedar fasilitas, tetapi sebuah pengalaman.

Menurutnya, lokasi bekerja bakal semakin tidak sedikit ditemukan di lokasi umum laksana kafe atau kedai kopi, ruang kerja digital (co-working area), bahkan pun di rumah.

Senada dengan aspirasi lingkungan kerja best, generasi Milennial mengharapkan fleksibilitas yang lebih banyak untuk mengakomodasi jadwal mereka sendiri dan tertarik guna bekerja di luar kantor sebab mereka dapat tetap terhubung dengan sokongan teknologi. Keseimbangan antara kehidupan individu dan kegiatan menjadi lebih penting untuk mereka.

Masih tidak sedikit perubahan-perubahan teknik kerja maupun skill-skill baru yang butuh dikuasai guna kebutuhan lingkungan kerja di masa mendatang.

Terkait dengan evolusi yang terjadi di dunia kerja, Indonesian Ladies’s Discussion board (IWF) 2018, yang diinisiasi oleh Femina Group, bakal mengusung tema The Way forward for Work di hari kedua perhelatan yang dilangsungkan pada 9 November 2018 di Artpreneur Ciputra, Jakarta.

“IWF 2018 ini bakal membuka cakrawala baru itu, bersama-sama mengawali mindset baru dan menawarkan kemampuan dan teknik baru untuk sukses di dunia karier dan usaha ketika ini dan di masa depan,” kata Petty S. Fatimah, Pemimpin Redaksi dan Komunitas Femina.

Acara ini diinginkan menjadi ajang guna menavigasi wanita guna kehidupan yang lebih baik dengan teknologi sebagai enabler, mendorong perempuan untuk berdikari secara ekonomi, dan mendapatkan ilham serta mengalirkan aspirasi. Acara ini pun menjadi cerminan dan pemandu, apa yang mesti disiapkan perempuan karier ketika ini guna masa depan. Sumber: https://www.pelajaran.co.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *