Ini Dia Cara Cek Ongkos Kirim Paket Terlengkap

Cara menghitung pengiriman paket – Jika Anda pernah mengirim paket ke layanan pengiriman lain, pengiriman yang Anda bayar mungkin cukup besar untuk mempertimbangkan paket dan tujuan yang sama.

Bagaimana cara menghitung biaya pengiriman suatu paket.

Misalnya, kirim paket 2 kg dari Surabaya ke Jakarta. Melalui layanan pengiriman biaya pengiriman Rp25 ribu, biaya pengiriman Rp35 ribu, dan jika Anda mengirim melalui layanan pengiriman C, biaya pengiriman Rp75 ribu.

Bagaimana Anda benar-benar menghitung biaya pengiriman paket? Mengapa biaya pengiriman bisa berbeda walaupun berat paket dan tujuannya sama? Ini karena ada variabel biaya pengiriman yang berbeda.

PENENTUAN PENGIRIMAN PENGIRIMAN

Secara umum, biaya pengiriman paket tergantung pada beberapa faktor, yaitu:

  1. Berat paket, d. H. Semakin berat paket, semakin mahal biaya pengiriman.
  2. Jarak pengiriman: Semakin jauh paketnya, semakin mahal biaya pengirimannya.
  3. Jenis layanan. Ini berarti bahwa paket yang dikirim melalui layanan kilat / cepat tentu saja lebih mahal daripada paket biasa / paket biasa.
  4. Jenis transportasi. Pengiriman barang melalui udara lebih mahal daripada darat.

Kombinasi dari 4 faktor ini menentukan jumlah biaya pengiriman yang dibayarkan oleh pengirim.

Baca Juga: Cek Ongkos Kirim Terlengkap

Metode pengiriman

Selain 4 faktor ini, biaya pengiriman paket juga tergantung pada jenis biaya pengiriman yang digunakan oleh penyedia layanan pengiriman untuk menentukan biaya pengiriman paket dan bentuk serta ukuran paket yang akan dikirim.

Dalam hal ini, kita tahu bahwa ada tiga jenis biaya pengiriman paket, yaitu:

  1. Ongkos kirim progresif
    Ini berarti bahwa biaya pengiriman dihitung berdasarkan berat paket. Semakin berat paket, semakin tinggi biaya pengiriman. Ketika biaya pengiriman untuk suatu lokasi diatur ke Rp. 5 ribu / kg, dan kami mengirim paket 5 kg untuk membayar ongkos kirim (5×5 ribu) Rp 25 ribu. Secara umum, penyedia layanan kurir menerapkan tarif progresif ini, mis. B. TIKI, JNE, DHL, Pandu Logistics dll.
  2. Ongkos kirim reaktif
    Jika biaya pengiriman dihitung dengan tarif tetap berdasarkan total berat paket dengan tarif progresif, biaya pengiriman dihitung berdasarkan perhitungan biaya minimum (biaya minimum) dengan tarif regresif. Paket hingga berat tertentu, biaya pengiriman tetap, tetapi sisanya dihitung dengan nilai nominal tertentu lebih kecil. Semakin berat paket, semakin rendah perhitungan biaya pengiriman, sehingga dikatakan bersifat regresif.Misalnya, pengiriman ke lokasi diatur ke Rp. 25 ribu untuk berat paket 5 kg pertama, sementara itu dihitung untuk kg berikutnya sebesar Rp. 2 ribu / kg. Jadi jika kita mengirim paket dengan berat 1 kg atau 5 kg, biaya pengiriman masih akan dihitung dengan Rp. 25 ribu. Jika paket yang dikirim lebih dari 5 kg, mis. B. Beratnya 10 kg, ongkos kirim lebih murah karena 5 kg berikutnya hanya dihitung dengan Rp2 ribu / kg. Jadi paket 10 kg hanya membayar Rp 35.000. Saat menghitung dengan tarif progresif, biaya pengiriman harus Rp. 50 ribu. Oleh karena itu, ongkos kirim regresif ini lebih cocok untuk paket dengan berat lebih dari 5 kg, karena jumlah ongkos kirim berkurang, semakin berat parsel. Bahkan ada perusahaan angkutan yang menetapkan berat minimum 30 kg sebagai dasar untuk menghitung biaya pengiriman.
  3. Ongkir berdasarkan volume (volumetrik)
    Terkadang paket yang kami kirim tidak seimbang berat dan ukurannya. Besar tapi ringan. Misalnya, ada kemasan yang berukuran 47 x 30 x 25 cm (panjang x lebar x tinggi), tetapi beratnya hanya 1 kg. Dalam hal ini, layanan pengiriman merasa dirugikan ketika biaya pengiriman dihitung berdasarkan berat aktual. Karena dengan ukuran paket yang besar, banyak ruang yang diperlukan dan risikonya lebih besar, walaupun biaya pengiriman rendah karena beratnya yang rendah. Dalam hal ini, layanan pengiriman menerapkan tarif berdasarkan volume .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *