Apakah Peningkatan Pendidikan Bisa Dilakukan Dengan Cara Ini ?

Salam juma para pembaca sekalian, kali ini saya ingin berbagai dengan anda sekalian tentang pikiran yang keluar dari dalam kepala saya tentang pendidikan di Negara kita. Bukan tidak bangga dengan prestasi yang telah diraih, namun kalau saya pribadi memperhatikan makin maju teknologi, justru semakin merosot kualitas pendidikan di negara kita. Namun steatmen ini hanyalah dugaan yang kami dapatkan dengan melihat keadaan sekitar. Tentu saja sama sekali tidak akurat dan tidak berdasarkan data ilmiah.

Namun izinkan kami sedikit untuk mencoba mengeluarkan pendapat yang ini adalah murni dari pikiran kami sendiri. Dengan kesadaran, tanpa paksaan dan dengan sebatas keilmuan yang kami miliki. Tentunya akan banyak kekeliruan oleh sebab itu, sebelumnya kami memohon maaf atas tulisan ini. Berikut beberapa upaya peningkatan pendidikan yang bisa dilakukan.

# Kurangi Waktu Belajar Siswa

Anda yang pernah duduk di bangku sekolah tentunya merasakannya. Betapa lamanya waktu satu jam pelajaran dengan durasi 45 menit. Apkah selama itu anda dapat berkonsentrasi penuh dari menit pertama hingga menit ke – 45 ? Saya sendiri tidak pernah. Terlebih lagi untuk mata pelajaran tertentu seperti Matematika. Ya, setidaknya satu jam perlajaran cukup 30 menit.

# Perbanyak Waktu Istrirahat Dan Persingkat Durasinya

Berapa kali anda istrirahat ketika sekolah ? Dua kali. Ya, saya pernah mengalami itu. Dua jam pelajaran yang berarti 2 x 45 menit. Tanpa istirahat ? Sangat jenuh sekali. Terkadang selama itu kita hanya duduk saja. Sirkulasi aliran oksigen ke otak melambat dan membuat kita menjadi ngantuk, bosan dan tentu saja tidak konsentrasi. Coba setiap satu jam pelajaran selama 30 menit, kemudian istirahat cukup 10 menit saja.

# Jangan Tinggalkan Metode Klasik Dalam Mengajar

Apa metode klasik yang saya maksud ? Guru menerangkan sambal menulis, siswa mendengarkan, melihat, memahami dan juga mencatat. Apakah berarti tidak boleh kerja kelompok ? Diskusi ? Debat ? Tentu saja itu tetap saja dijalankan. Namun harus proporsional. Metode klasik membuat siswa berkonsentrasi penuh dengan menggunakan panca indra mereka. Mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, tangan dan hati untuk menulis.

# Gunakan Alat Peraga Dalam Pembelajaran

Ini sudah banyak dilakukan, namun tentunya bukan satu hal yang wajib. Coba ubah menjadi sesuatu yang wajib. Setiap guru mata pelajaran harus menyiapkan setidaknya beberapa macam alat peraga dalam pembelajaran. Hingga saat ini, penggunaan alat peraga masih didominasi oleh sekolah tinggi ilmu kesehatan, dimana ia menggunakan sebuah boneka atau manekin yang sering disebut dengan alat peraga kesehatan.

Emmm, mungkin sampai di sini aja tulisan ini. Sekali lagi, ini hanya sebuah tulisan yang keluar dari pikiran kami sendiri. Tanpa bermaksud melakukan apapun. Hanya mencoba untuk berbagi dan belajar berpendapat. Sekian, semoga bermanfaat !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *